ARTIKEL
“HUBUNGAN
NILAI PENJUALAN DAN PENDAPATAN OPERASI DENGAN RENTABILITAS PADA IDX MANADO”
Oleh
:
KRISVENDI YUSAK KOAGOW
09 301 288
UNIVERSITAS
NEGERI MANADO
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI
MANAJEMEN
2013
LEMBAR
PERSETUJUAN
“HUBUNGAN
NILAI PENJUALAN DAN PENDAPATAN OPERASI DENGAN RENTABILITAS PADA IDX MANADO”
Disusun Oleh:
Nama : Krisvendi Yusak Koagow
NIM : 09 301 288
Prodi :
Manajemen
Artikel ini telah diterima dan disetujui oleh tim
pembimbing skripsi untuk diajukan kepada Panitia Ujian Akhir, Program Studi
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado.
Tondano, September 2013
|
|
Menyetujui,
|
|
|
Pembimbing I
Prof. Dr. F.
S. Kawatu, M.Si
NIP.19550220 1982 03 1001
|
|
Pembimbing II
Dra. A. Winokan, M.Si
NIP.19650420 1989 03 2002
|
|
|
Mengetahui,
|
|
|
Pembantu Dekan IV
Fakultas Ekonomi
Dr.
J. Manaroinsong, M.Si.
NIP. 19620611 198793 1 002
|
ABSTRAK
HUBUNGAN NILAI PENJUALAN DAN
PENDAPATAN OPERASI DENGAN RENTABILITAS PADA INDONESIA STOCK EXCHANGE MANADO
Krisvendi Yusak Koagow 09 301
288
Program Studi Manajemen
Pembimbing
I, Pembimbing
II,
Fredy. S. Kawatu Amsje. Winokan
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara
nilai penjualan dan pendapatan operasi dengan rentabilitas pada perusahaan –
perusahaan yang telah diambil variable yang akan di teliti di Indonesia Stock
Exchange manado.
Memberikan informasi dan masukan kepada pemilik dan pegawai perusahaan
khususnya menyangkut nilai penjualan dan pendapatan operasi dalam menetapkan
kebijakan dan pengambilan keputusan.
Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan melalui metode
analisis profitabilitas, analisis modal kerja, anlisis rentabilitas yang
sifatnya menggunakan data (time series data). Untuk mengetahui hubungan nilai penjualan
dan pendapatan operasi dengan rentabilitas 3 perusahaan ini dengan memakai metode
pengelolaan modal kerja untuk mengetahui kinerja perusahaan mana yang bisa menghasilkan
rentabilitas yang lebih tinggi jika nilai penjualan dan pendapatan operasi mengalami
fluktuasi. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dari perusahaan
yang telah diambil laporan keuangannya melalui IDX manado.
Hasil
penelitian yang diperoleh nilai penjualan dan pendapatan operasi menentukan
rentabilitas yang akan di peroleh
perusahaan. Sebab berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti,
perolehan rentabilitas yang diperoleh sering berfluktuasi walaupun laba yang
dihasilkan perusahaan terus meningkat. Sehingga nilai penjualan dan pendapatan operasi
sangat berpengaruh pada perolehan rentabilitas perusahaan.
Kata Kunci : Nilai Penjualan, Pendapatan Operasi,
Rentabilitas
PENDAHULUAN
Menyoroti pertumbuhan usaha yang ada di Indonesia secara jelas mengalami
pertumbuhan yang signifikan, baik usaha perdagangan, industri, maupun jasa. Hal ini memberikan efek yang
positif bagi pertubuhan ekonomi Indonesia. Dalam pertumbuhan usaha yang pesat
saat ini, banyak hal yang harus di perhatikan oleh setiap perusahaan dalam
memerangi persaingan usaha demi mendapatkan minat konsumen dalam penjualan
barang dan jasa yang di jalankan oleh perusahaan tersebut.
Untuk
memperoleh laba semaksimal mungkin salah satu caranya adalah dengan menambah
biaya usaha sampai tingkat tertentu, sehingga dapat meningkatkan nilai
perolehan penjualan. Penjualan merupakan tulang punggung kegiatan perusahaan
dan sebagai sumber pendapatan untuk menutupi biaya–biaya yang dikeluarkan
perusahaan. Karena hal itulah tidak diragukan lagi, bahwa di antara semua
kegiatan perusahaan, yang harus diperhatikan adalah kegiatan penjualan, karena
tanpa adanya kegiatan penjualan maka tidak akan terjadi pemindahan barang atau
jasa dari produsen kepada konsumen, yang berarti tidak akan terjadi penambahan
nilai bagi keuangan perusahaan.
Nilai penjualan harus terus meningkat, agar laba dan rentabilitas yang
dihasilkan akan ikut meningkat. Apabila nilai penjualan bisa terkontrol dengan
baik, maka rentabilitas yang ingin dicapai perusahaan bisa tercapai. Tetapi
jika nilai penjualan mengalami fluktuasi maka akan sangat berpengaruh pada
pencapaian laba dan rentabilitas perusahaan. Sebab perolehan rentabiltas sangat
ditentukan dari hasil penjualan dan laba perusahaan. Karena penjualan sangat
berperan penting dalam aktivitas perusahaan, maka proses penjualan harus di
perhatikan dan dikontrol dengan baik oleh perusahaan, sebab sangat berperan
penting dalam kehidupan perusahaan.
Nilai penjualan dari perusahaan harus tetap dijaga kestabilannya demi
pencapaian rentabilitas yang diinginkan perusahaan. Karena nilai penjualan
merupakan salah satu bagian penting dari segala aktivitas perusahaan.
Selain
kegiatan penjualan, kegiatan lain yang harus dilakukan untuk meningkatkan laba
perusahaan adalah pendapatan operasi. Pendapatan operasi menggambarkan nilai
aktivitas operasi. Jika pendapatan pada aktivitas operasi menurun maka hal itu
berpengaruh pada arus kas maupun perolehan laba rugi perusahaan.
Pendapatan operasi perusahaan harus bisa menunjukan nilai positif terhadap
peningkatan penjualan dan pendapatan perusahaan. Jika pendapatan operasi
perusahaan mengalami fluktuasi, hal ini akan berdampak pada perolehan laba. Dengan
memaksimalkan pendapatan operasi perusahaan maka laba yang akan dihasilkan
perusahaan juga akan meningkat. Sebab laba perusahaan ditentukan oleh pendapatan
dari segala aktivitas penjualan perusahaan. Dengan meningkatnya penjualan maka
pendapatan operasi perusahaan juga akan meningkat yang diikuti oleh
meningkatnya perolehan laba perusahaan.
Masalah
rentabilitas adalah masalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang
maksimal dengan cara yang seefisien mungkin. Tinggi rendahnya rentabilitas yang
dimiliki oleh suatu perusahaan juga akan mempengaruhi keputusan para investor
dalam menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.
Jika rentabilitas perusahaan mengalami peningkatan setiap tahun hal ini
bisa memberikan efek positif bagi perusahaan dalam peningkatan laba perusahaan
dan peningkatan modal yang di miliki perusahaan. Sehingga investor yang ingin
menanamkan modalnya ke perusahaan tersebut tidak memilki keraguan lagi. Karena
yang menjadi salah satu daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya
adalah peningkatan rentabilitas perusahaan dan laba yang di hasilkan oleh
perusahaan tersebut.
Untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan
Sumber Daya dan kemampuan meningkatkan daya saing dengan perusahaan pesaing
lainnya, suatu perusahaan harus dikelola secara profesional agar tujuan
perusahaan untuk meningkatkan kemakmuran atau kekayaan bagi pemilik dan tenaga
kerja dapat dicapai dan juga dapat memberikan pelayanan yang baik bagi
masyarakat. Pemahaman akan prinsip memaksimumkan kemakmuran atau kekayaan para
pemilik perusahaan, menjelaskan bagaimana operasi dan alokasi berbagi sumber
daya yang ada. Dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tersebut perusahaan
berupaya untuk bisa tetap eksis.
Dengan
melihat data yang ada, rentabilitas sangat jarang di lakukan analisis pada
setiap perusahaan sehingga kinerja operasi perusahaan tidak tampak terlihat seluruhnya,
karena kebanyakan perusahaan hanya melihat laporan laba rugi dan neraca yang
ada untuk mengetahui kinerja operasi perusahaan.
Analisis
rentabilitas sangat berperan penting dalam memberikan gambaran kinerja
perusahaan bagi investor. Karena rentabilitas menunjukan penggunaan modal dalam
menghasilkan laba perusahaan. Dengan melakukan analisa rentabilitas perusahaan
akan dengan mudah mengetahui kinerja operasi perusahaan.
Penjualan
adalah suatu usaha yang
terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha
pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang
menghasilkan laba (Sofjan Assauri, 2009 : 23)
Berdasarkan latar belakang yang telah
dipaparkan penulis masalah
yang menjadi bahasan utama dalam penelitian ini sebagai berikut: “ Apakah nilai
penjualan dan pendapatan operasi
mempengaruhi rentabilitas perusahaan”
Theodurus M.Tuanakotta dalam buku “Teori Akuntansi”
menyatakan bahwa : Pendapatan adalah darah kehidupan dari suatu perusahaan.
Mengingat pentingnya sangat sulit mendefinisikan pendapatan sebagai unsur
akuntansi pada dirinya sendiri.
Jenis – jenis pendapatan
menurut Kusnadi dalam buku “Akuntansi Keuangan
Menengah (Prinsip, Prosedur dan Metode)” adalah sebagai berikut:
1.
Pendapatan operasi.
2.
Pendapatan non
operasi”.(2000;19)
Rentabilitas merupakan angka pengukur efektifitas penggunaan modal
dalam menghasilkan profit. Munawir (2001:86) menjelaskan bahwa “rasio yang
digunakan untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal-modal yang digunakan
dalam operasi disebut rasio rentabilitas”. Besar kecilnya nilai rentabilitas
tergantung dari keuntungan yang diperoleh dan modal yang dimiliki dalam
menjalankan usaha.
Rentabilitas adalah perbandingan antara laba dengan aktiva atau
modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain rentabilitas adalah
kemampuan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Pada umumnya masalah
rentabilitas adalah lebih penting dari pada masalah laba, karena laba yang
besar saja belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan telah dapat bekerja
dengan efisien. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang
diperoleh dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut atau
dengan kata lainnya ialah menghitung rentabilitasnya (Riyanto, 2001:37). Maka
perusahaan tidak hanya berusaha untuk memperbesar laba, tetapi yang lebih
penting ialah usaha untuk mempertinggi rentabilitasnya.
Menurut Sawir (2005:129) ”modal kerja adalah
keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, atau dapat pula dimaksudkan
sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan
sehari-hari”.
METODE
PENELITIAN
Metode
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian
dengan pengumpulan data berupa angka yang dibutuhkan sehubungan dengan masalah
yang akan diteliti, sehingga hasil penelitiannya dapat lebih dipercaya dan
diandalkan kebenarannya (Dr. Johny Manaroinsong, M.Si 2004:9).
Untuk melengkapi
penelitian ini, maka diperlukan data yang lengkap. Sehubungan dengan hal
tersebut maka diadakan pengumpulan data dengan cara:
a.
Jenis data yang digunakan adalah data
sekunder (time series data). Data
sekunder terdiri dari
1.
Data kualitatif, yaitu data dalam
bentuk informasi yang bukan dalam bentuk angka-angka tetapi dalam bentuk lisan
dan tertulis. Data kualitatif ini seperti gambaran umum perusahaan yang ada di Indonesia Stock Exchange Manado
(PT Gudang Garam Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk).
2.
Data kuantitatif, yaitu data yang
diperoleh dalam bentuk angka-angka. Data kuantitatif dalam penelitian ini
bersumber dari Laporan Keuangan perusahaan yang ada di Indonesia
Stock Exchange Manado ( PT Gudang Garam Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk) selama 3 tahun, yaitu dari tahun 2009 - 2011.
b.
Kurun waktu time series data yang
digunakan adalah laporan keuangan selama tiga tahun
berturut–turut, yaitu tahun 2009 sampai tahun
2011.
c.
Sumber data diperoleh dari laporan
tahunan perusahaan (PT Gudang Garam
Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk), studi
kepustakaan, melalui jurnal, artikel, dan makalah serta berbagai situs yang
berhubungan dengan penelitian.
Untuk
melengkapi penelitian ini, maka diperlukan data yang lengkap. Sehubungan dengan
hal tersebut maka diadakan pengumpulan data dengan cara:
1. Jenis
data yang digunakan adalah data sekunder (time series data). Data sekunder terdiri dari
a.
Data kualitatif, yaitu data dalam
bentuk informasi yang bukan dalam bentuk angka-angka tetapi dalam bentuk lisan
dan tertulis. Data kualitatif ini seperti gambaran umum perusahaan yang ada di Indonesia Stock Exchange Manado
(PT Gudang Garam Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk).
b.
Data kuantitatif, yaitu data yang
diperoleh dalam bentuk angka-angka. Data kuantitatif dalam penelitian ini
bersumber dari Laporan Keuangan perusahaan yang ada di Indonesia
Stock Exchange Manado ( PT Gudang Garam Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk) selama 3 tahun, yaitu dari tahun 2009 - 2011.
2. Kurun
waktu time series data yang digunakan adalah laporan keuangan selama tiga
tahun berturut–turut, yaitu tahun 2009 sampai
tahun 2011.
3. Sumber
data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan (PT Gudang Garam Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Indomobil
Sukses Internasional Tbk), studi kepustakaan, melalui jurnal,
artikel, dan makalah serta berbagai situs yang berhubungan dengan penelitian.
Untuk mencapai tujuan penelitian, maka
penulis menggunakan rumus.
a.
Analisis Rasio Profitabilitas
Analisis ini menggambarkan tingkat kemampuan
perusahaan untuk memperoleh laba serta efisiensi operasi perusahaan. Menurut Lukman Dendawijaya (2001 :
120) ROA adalah : “Return
on assets (ROA) adalah
salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan
dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Dalam pembahasan ini rasio yang digunakan untuk mengukur profitabilitas
adalah Return On Asset atau ROA :
Return On Asset = 
b.
Analisis Perputaran Modal Kerja.
Metode
analisis ini digunakan untuk melihat bagaimana perputaran modal kerja perusahaan
dalam kurun waktu tertentu. Rasio yang digunakan yaitu Working Capital Turn Over yaitu dengan membandingkan antara penjualan
dengan modal kerja (Riyanto 2001:335): :
WCTO =
c.
Analisis Rentabilitas
Dalam pembahasan ini rasio yang
digunakan untuk mengukur rentabilitas adalah Operating Profit Margin. Operating profit margin merupakan perbandingan antara laba
usaha dan penjualan. Operating profit margin merupakan rasio yang
menggambarkan apa yang biasanya disebut pure profit yang diterima atas setiap
rupiah dari penjualan yang dilakukan (Syamsuddin, 2009:61)
Operating Profit Margin = 
HASIL PENELITIAN
Lokasi penelitian di IDX Manado pada
tahun 2013. IDX merupakan wadah yang ditetapkan pemerintah untuk bisa di akses
semua data laporan keuangan perusahaan oleh masyarakat dan mahasiwa untuk
berbagai kepentingan.
Dalam penelitian ini laporan keuangan
yang diambil oleh peneliti adalah PT Gudang Garam Tbk, PT Astra Internasional,
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk.
a.
PT Gudang Garam Tbk
Return On Asset
= 
Tahun
2009 =
= 12%
Tahun
2010 =
= 13%
Tahun
2011 =
= 12%
WCTO =
Tahun 2009 =
=1.80kali
Tahun 2010=
=1.77kali
Tahun 2011=
=1.71kali
Operating
profit margin = 
Tahun 2009 =
= 14.6%
Tahun 2010 =
= 14.9 %
Tahun 2011 =
= 15.7 %
b.
PT
Astra Internasional Tbk
Return On Asset = 
Tahun 2009 =
= 11.2%
Tahun 2010 =
= 15.2%
Tahun 2011 =
= 13.9%
WCTO =
Tahun 2009 =
= 2.01kali
Tahun 2010 =
= 2.65 kali
Tahun 2011 =
= 2.14kali
Operating profit margin = 
Tahun 2009
=
= 16.6%
Tahun 2010
=
= 16.1%
Tahun 2011 =
= 15.8%
c.
PT
Indomobil Sukses Internasional Tbk
Return On Asset = 
Tahun 2009 =
= 2.3%
Tahun 2010 =
= 6.6%
Tahun 2011 =
= 8.2%
WCTO =
Tahun 2009 =
=10.66kali
Tahun 2010 =
=6.80 kali
Tahun 2011 =
=3.10 kali
Operating profit margin = 
Tahun 2009
=
= 3.3%
Tahun 2010
=
= 5.5%
Tahun 2011 =
= 7.5%
Tabel 1
Rasio ROA, WCTO Dan OPM
PT Gudang Garam Tbk
Tahun 2009-2011
|
Tahun
|
ROA
|
WCTO
|
OPM
|
|
2009
|
12%
|
1.80kali
|
14.6%
|
|
2010
|
13%
|
1.71kali
|
15.7 %
|
|
2011
|
12%
|
1.77kali
|
14.9 %
|
Tabel 2
Rasio ROA, WCTO Dan OPM
PT Astra Internasional Tbk
Tahun 2009-2011
|
Tahun
|
ROA
|
WCTO
|
OPM
|
|
2009
|
11.2%
|
2.01kali
|
16.6%
|
|
2010
|
13.9%
|
2.14kali
|
15.8 %
|
|
2011
|
15.2%
|
2.65
kali
|
16.1 %
|
Tabel 3
Rasio ROA, WCTO Dan OPM
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk
Tahun 2009-2011
|
Tahun
|
ROA
|
WCTO
|
OPM
|
|
2009
|
2.3%
|
3.10
kali
|
7.5%
|
|
2010
|
6.6%
|
6.80
kali
|
5.5%
|
|
2011
|
8.2%
|
10.66kali
|
3.3%
|
Berdasarkan
data di atas akan dibuat grafik untuk Rasio ROA,
WCTO dan OPM.
Grafik 1. Return On Asset

Berdasarkan
grafik diatas dapat dilihat bahwa ratio ROA PT Gudang Garam Tbk pada tahun 2009
cukup bagus, dan meningkat pada tahun 2010 sebesar 1 %, tetapi pada tahun 2011
terjadi penurunan sebesar 1% hal ini mungkin dipengaruhi oleh pangsa pasar dan
persaingan dengan perusahaan sejenis yang menjual produk yang sama dengan harga
yang lebih murah. Sehingga mempengaruhi perolehan laba perusahaan dan operasi
perusahaan. Sehingga perusahaan harus meningkatkan kembali perolehan laba pada
periode berikutnya untuk meningkatkan rentabilitas yang akan diperoleh
perusahaan.
PT
Astra Internasional Tbk mengalami peningakatan laba pertahunnya dengan rata –
rata peningkatan sebesar 1,3% pertahun, hal ini menunjukan bahwa PT Astra
Internasional Tbk tidak terpengaruh dengan perusahaan pesaing yang sejenis
dalam memproduksi dan meningkatakan kualitas produknya. Sehingga perolehan laba
perusahaan meningkat pertahunnya. Hal ini akan mengakibatkan PT Astra
Internasional Tbk terus berkembang karena perolehan laba yang terus meningkat.
PT
Indomobil Sukses Internasional Tbk juga mengalami peningkatan laba pertahunnya
dengan rata – rata laba yang dihasilkan sebesar 2% pertahunnya. Dengan
perolehan laba yang meningkat pertahun menyebabkan PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk semakin mengedepankan kualitas dan kuantitas produk. Hal ini menguntungkan bagi perusahaan karena
daya tarik konsumen akan produk yang ditawarkan oleh PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk meningkat yang diikuti oleh pertumbuhan laba yang signifikan
pertahunnya.
Grafik 2. Working Capital Turn Over

Berdasarkan
grafik di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2011 persentase penggunaan modal
kerja dari PT Gudang Garam Tbk mengalami penurunan pada tahun 2010 hal ini
mungkin disebabkan karena perusahaan mengalami kerugian pada tahun 2010 yang
disebabkan oleh berbagai hal yang mungkin saja bisa terjadi dan pada tahun 2011
kembali meningkat sebesar 0.6 kali, PT Gudang Garam Tbk harus terus
meningkatkan penggunaan modal kerjanya untuk bisa meningkatkan aktiva lancar perusahaan.
PT
Astra Internasional Tbk, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk mengalami
peningkatan, hal ini menunjukan bahwa penjualan dan modal kerja dalam
meningkatkan laba yang dihasilkan sangat berpengaruh. Karena perusahaan tidak
mengalami kerugian yang disebabkan oleh penggunaan aktiva lancar dalam menutupi
biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.
Dengan
demikian aktiva lancar akan mempengaruhi penggunaan modal kerja. Semakin besar
penggunaan modal kerja maka semakin tinggi pula laba yang dihasilkan. Karena
laba yang dihasilkan akan dipengaruhi oleh modal kerja. Semakin sering modal
kerja berputar, maka semakin besar laba bersih yang didapatkan sehingga
profitabilitas akan meningkat. Hal menunjukkan bahwa modal kerja yang digunakan
telah memadai untuk menjalankan operasional perusahaan.
Grafik 3. Operating Profit Margin

Berdasarkan
grafik di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2011 persentase operating profit
margin mengalami fluktuasi pada setiap tahunnya. Laba yang besar bukanlah hal
yang bisa menunujukan bahwa perusahaan bekerja secara efesien, karena
berasarkan table di atas dapat dilihat perolehan rentabilitas tidak menunjukan
aktivitas yang bisa membuat perusahaan bekerja secara efesien, karena
rentabilitas menurun pada tahun 2011. Pihak perusahaan harus mengevaluasi
kembali kinerja perusahaannya untuk meningkatkan rentabilitas perusahaan pada tahun berikutnya.
Dalam
hal ini perusahaan hanya meningkatkan penjualan dan laba dan mengesampikan
masalah rentabilitas. Pada dasarnya rentabilitas lebih penting dari pada
masalah laba, karena rentabilitas menunjukan segala aktivitas kegiatan
perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus lebih memperhatikan masalah
peningkatan rentabilitas pada periode berikutnya.
Dengan
demikian nilai penjualan dan pendapatan operasi menentukan rentabilitas yang akan di peroleh perusahaan. Sebab
berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, perolehan
rentabilitas yang diperoleh sering berfluktuasi walaupun laba yang dihasilkan
perusahaan terus meningkat. Sehingga nilai penjualan dan pendapatan operasi
sangat berpengaruh pada perolehan rentabilitas perusahaan.
Kesimpulan dan
Saran
Berdasarkan
hasil penelitian dan kesimpulan sebagai berikut :
1.
Laba yang dihasilkan oleh PT Gudang
Garam Tbk, dan PT Astra Internasional Tbk mengalami fluktuasi pada setiap
tahunnya sedangkan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk mengalami peningkatan
pada tahun 2009 – 2011 dengan persentase peningkatan laba yang stabil.
2.
Penggunaan modal kerja dari PT Gudang
Garam Tbk mengalami fluktuasi pertahunnya, sedangkan penggunaan modal kerja
dari PT Astra Internasional Tbk juga mengalami peningkatan pertahunnya,
demikian juga untuk PT Indomobil Sukses Internasional Tbk mengalami peningkatan
pertahunnya.
3.
Rentabilitas yang di hasilkan oleh PT
Gudang Garam Tbk mengalami peningkatan pada tahun 2010 sebesar 1.1% dan
mengalami penurunan pada tahun 2011 sebesar 0.8 %. Dan untuk PT Astra
Internasional Tbk rentabilitas mengalami penurunan pada tahun 2010 sebesar 0.8%
dan meningkat kembali pada tahun 2011 sebesar 0.3 %. Sedangkan untuk PT
Indomobil Sukses Internasional Tbk mengalami penurunan tiap tahunnya.
Berdasarkan
kesimpulan di atas, maka saran sebagai berikut :
1.
Untuk PT Gudang Garam Tbk, dan PT Astra
Internasional Tbk, untuk menstabilkan laba, dengan menetapkan nilai minimum
untuk perolehan laba, sedangkan untuk PT Indomobil Sukses Internasional Tbk
harus terus mempertahankan perolehan laba yang dihasilkan pada tahun – tahun
berikutnnya.
2.
Lebih meningkatkan rentabilitas yang
akan diperoleh pada tahun – tahun berikutnya karena laba yang besar tentu
diikuti oleh perolehan rentabilitas yang tinggi.
3.
Membuat inovasi yang baru untuk
meningkatkan daya tarik bagi konsumen agar nilai penjualan meningkat.
4.
Membuat analisis tentang rentabilitas
agar perusahaan bisa memahami tentang kinerja yang di capai perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Assuri, Sofjian.
2009. Manajemen Pemasaran Konsep Dasar dan Strategi, Edisi Pertama Penerbit:
PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Bambang, Riyanto. 2001. Dasar –
Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi 3.
Yogyakarta : BPFE.
Kusnadi, 2000.
Akuntansi Keuangan Menengah (Prinsip, Prosedur, dan Metode). Malang : Universitas Brawijaya
Lukman
Dendawijaya. 2001. Manajemen perbankan.
Penerbit Ghalia Indonesia.
Jakarta
Munawir, 2001.
Akuntansi Keuangan Dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta
Manaroinsong,
Johny. 2004. Metodologi Penelitian Ekonomi. Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu
Sosial UNIMA. Tondano
Sawir, Agnes.
2005. Analisis
Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. PT Gramedia
Pustaka, Jakarta.
Syamsuddin,
Lukman. 2009. Manajemen
Keuangan Perusahaan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Theodorus,
M. Tuanakotta. 2000. Teori Akuntansi. Jakarta : FE – UI.
